Senin, 21 Mei 2018

Review novel

                     Summer in seoul 



Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku ?
Dulu kalau aku tak disitu, kini dimana aku ?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku ?
Kini kalau kelak aku disini, kelak dimana aku ?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku disini
Dan kini aku melihatmu

Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya. benarkah begitu ?
Oh ya, ia sedang mengalaminya. Ketika tubuhnya terlempar kesana-sini, pandangannya mendadak gelap, namun anehnya ia kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Ia juga bisa mendengar suaranya
Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakana pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.
Hanya sekali saja. . .
Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja. . .
Kalau boleh, ia ingin melihatnya sekali saja. . .
Tapi tidak bisa. . .
Suaranya tidak bisa keluar. . .
Ia tidak punya tenaga untuk bicara. . . 

Itulah penggalan prolog dari novel summer in seoul karya Ilana Tan. Saya pertama kali membaca prolog ini, berpikir bahwa penggalan prolog itu diucapkan oleh tokoh utama, tapi tebakan saya salah, ternyata penggalan itu diucapkan oleh tokoh yang bisa kita katakana tokoh selingan, hanya sekilas tokoh ini muncul dalam novel romantic ini. 
Tokoh utama wanita dalam novel ini adalah Han soon hee, atau biasa dipanggil sandy, gadis blasteran korea-indonesia, yang bekerja sebagai asisten perancang busana di seoul. Sedangkan tokoh utama pria dalam novel ini yaitu jung tae woo, seorang penyanyi terkenal di korea selatan, yang sering mendapatkan gossip miring. 
Mirip cerita dalam drama-drama ataupun film korea, pasangan ini bertemu secara kebetulan, ketika handphone tae woo tertukar dengan milik sandy di sebuah toko, di bagian ini saya jadi teringat salah satu scene di drama love rain ketika hape milik hana tertukar dengan hape milik seo joon di stasiun kereta api. 
Awal mula masalah dimulai ketika jung tae woo meminta bantuan sandy, agar sandy mau menjadi pacar bohongan tae woo, lagi lagi ini mirip dengan drama korea full house, dimana lee young jae meminta bantuan kepada han ji eun agar mau berpura-pura menjadi istrinya, kebetulan yang sama persis kan. Saya berpikir bahwa penulis adalah pecinta drama korea, sehingga tulisannya membuat saya sebagai pembaca merasakan suasana percintaan ala drama drama romantis korea
Semenjak menjadi pacar pura-puranya jung tae woo, sandy sering diajak pergi kemanapun oleh tae woo, bahkan diajak pergi ke daerah pertokoan apgujeong - dong, dan berhenti di toko mewah milik model pakaian terkenal korea, Danny. Ah, danny ini juga akan muncul di seri novel liana tan yang lain yaitu spring in London, saya akui memang liana tan adalah penulis yang sangat kreatif, dia membuat 4 novel bertema season dengan kota-kota yang berbeda, tokoh yang berbeda pula, tapi sebenarnya berhubungan satu sama lain. Tokoh danny ini hanya muncul sekali dalam summer in seoul sebagai pemilik toko mewah di apgujeong- dong, kemudian dia menjadi sentra cerita dalam spring in London. 
Sandy diminitai pendapatnya oleh jung tae woo tentang hadiah apa yang cocok diberikan untuk penggemarnya ketika jumpa fans nanti, sandy memberi saran untuk memberikan bros untuk 10 penggemar beruntung, tapi hal itu malah membuka kenangan pahit tae woo dengan salah satu penggemarnya dulu. Bros itu kemudian diganti dengan hadiah lain, yaitu 10 buah topi dan 1 syal special.
“ aku sudah pernah memberikan bros untuk penggemarku dulu, “ kata jung tae woo.
“ahh, benar juga. “ sandy mengangguk-angguk sambil terus mengamati bros-bros itu. “ waktu itu sudah pernah ya . . .”
Beberapa detik berlalu tanpa tanggapan, meski begitu sandy merasa jung tae woo sedang menatapnya. Sandy pun mengangkat kepala dan melihat kea rah laki-laki itu. Ah, sepertinya ia keliru, tae woo sedang memandang kea rah lain. 
Summer in seoul halaman 48

Dalam bab 4 ini kita dibuat sedikit penasaran tentang siapa sebenarnya fans itu, apa hubungannya dengan tae woo dan sandy.
Kejadian lucu yang membuat saya sedikit terhibur terjadi ketika acara penggemar dimulai, sandy datang bersama temannya kang young mi, kang young mi adalah penggemar berat jung tae woo. Semua fans yang beruntung mendapatkan hadiah berupa topi dari jung tae woo, sudah 9 topi dibagikan, tinggal 1 topi yang belum dibagikan. Sebelum acara memang para fans sudah disuruh oleh panitia untuk memberikan nomornya kepada panitia, agar mudah untuk dihubungi ketika mendapatkan hadiah. Hape sandy berbunyi, ternyata dialah pemenang undian fans itu, sandy maju ke depan, tapi jung tae woo sedikit “ bermain-main” dengannya, dia mengatakan bahwa topinya hilang, sehingga sandy harus menunggu di depan panggung, tapi ternyata jung tae woo hanya menjahilinya dia kemudian melepas syal yang dipakainya dan memakaikannya ke sandy.
Jung tae woo melepaskan syal di lehernya dan melilitkannya di leher sandy. Para penonton pun kembali berteriak dan menjerit. Sandy memandang syaf bermotif kotak-kotak hitam-putih yang sekarang melilit lehernya. 
Summer in seoul hal 55
Saya menganggap bahwa bagian ini adalah bagian yang paling manis, lucu dan menarik, mungkin hal ini adalah impian semua pembaca yang membaca novel ini, seorang penggemar fanatik idol penyanyi ataupun aktor korea, untuk mendapatkan hadiah special dari idolanya. Betapa manisnya!
Dalam novel ini juga sebenarnya ada pihak ketiga dalam kisah percintaan tae woo dan sandy yaitu mantan pacar sandy lee jeong su, tapi sayang sekali keberadaan tokoh ketiga ini kurang digunakan, saya pikir apabila lee jeong su bisa saja dihilangkan dalam novel ini, karena tidak begitu terlihat kegunaannya dalam cerita, saya pikir tokoh ini hanya sekilas lalu, mungkin saja kalau dia dihilangkan tidak akan merubah susunan cerita. Ataupun kalau memang harus ada, sebaiknya diceritakan sisi-sisi emosional antara sandy dan jeon su. 
Tokoh lain yang saya rasa penting selain dua tokoh utama yaitu park hyun shik, manajer jung tae woo. Tokoh ini yang pertama kali mempertemukan kedua tokoh utama.
Menurut saya kesimpulan yang dapat diambil dalam novel ini yaitu, kenangan tidak mungkin akan dilupakan dan hilang begitu saja, dia pasti akan kembali, melalui orang terdekat, tapi sepahit-pahitnya kenangan, pasti ada hikmah yang akan dipetik, cinta yang akan diraih. 
Dalam novel mbak liana tan ini digunakan sudut pandang orang ketiga, ceritanya lumayan menarik untuk dibaca, saya sudah membacanya berkali kali dan tidak pernah bosan. 
Ada sedikit typo, tapi tidak mengganggu jalannya cerita dalam novel. 
Mungkin agar tidak spoiler, saya tidak akan mengatakan secara detail cerita, tapi untuk keseluruhan saya cukup puas dengan alur cerita novel ini, ada alur flash back yang menghubungkan jalan cerita dan masa lalu seorang fans yang ternyata juga masih berkaitan erat dengan tokoh utama. 
Sedikit melenceng dari alur cerita, dulu saya tertarik membaca novel ini karena lebih dulu membaca novel penulis terkenal “ seoul Cinderella “ lia indra, di bagian pengantar novel bertema seoul ini diceritakan bahwa lia terinspirasi dengan novel summer in seoul ini, jadi saya mulai mencari segala hal tentang summer in seoul. 
Mungkin novel “ summer in seoul “ ini termasuk kategori jadul untuk novel bertema korea, tapi tidak ada salahnya untuk membacanya, apalagi kalau anda memang pencinta drama korea yang terkenal dengan kisah cintanya penuh liku dan semanis madu, bacaan ini sangat cocok untuk dibaca. 
Saya memberikan 4 bintang untuk novel ini, saya makin penasaran dengan karya karya bagus penulis muda indonesia lainnya yang bertema korea, dan saya sekarang sedang berburu bukunya fade- benang jodoh orizuka. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar