Belajar kegigihan dari presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln
Siapa yang tidak tahu Abraham Lincoln ? presiden amerika itu terkenal karena kegigihannya berusaha sampai mendapatkan tampuk kepemimpinan di Amerika. Dia mendapatkan kursi itu dengan perjuangan yang gigih dan tidak mudah seperti membalikkan kedua tangan, lalu voila… dia menjadi presiden. Dia selalu gagal, gagal, gagal, gagal, kemudian bangkit lagi. Tidak ada rumus kata menyerah dalam hidupnya. Ya hidupnya adalah sebuah perjuangan tiada henti.
Berawal dari memulai usaha dari nol, tahun 1831 dia mengumpulkan uang dari dollar yang sedikit kemudian tumbuh agar banyak, tapi rupanya dia kurang beruntung dalam usahanya, dia akhirnya mengalami kebangkrutan yang fatal sehingga uangnya hilang tak bersisa.
Setelah mengalami kebangkrutan yang parah dia mencoba lagi peruntungannya di bidang politik, dia mengikuti pemilu di tingkat local sebagai kepala daerah tahun 1832 tapi sayangnya dia kalah.
Dia kembali membangun usahanya dari nol pada tahun 1833 dan tahu apa yang terjadi dengannya ? dia bangkrut lagi kali ini, dan uangnya pun lenyap kembali seperti sedia kala, dia tidak kembali modal.
Tahun 1835 mungkin tahun paling menyedihkan dalam hidupnya, istrinya yang sangat dicintai meninggal dunia karena sakit yang parah. Dia merasa sedih karena orang yang telah mendukungnya selama ini telah pergi untuk selama-lamanya.
Setelah kepergian istrinya yang mendadak dia menjadi sedikit terganggu mentalnya, dia merasa sendiri di dunia ini, dia hampir masuk rumah sakit jiwa, tapi untunglah keluarganya tidak jadi membawanya kesana.
Di tahun 1837 dia mencoba peruntungannya kembali di kontes pidato, dia sudah mempersiapkan segalanya, kata-kata yang tepat dan persiapan yang matang. Tapi sayang seribu sayang, dewi fortuna sepertinya belum berpihak pada dirinya, karena dia juga kalah dalam kontes pidato kali ini.
Ternyata, dia belum mau menyerah semudah itu, pada tahun 1840 dia mengikuti pemilihan anggota senat AS, dia berharap sekali akan masuk menjadi anggota senat AS karena itu adalah impiannya sedari kecil. Tapi kali ini dia gagal lagi, dia tidak masuk menjadi anggota senat AS, impiannya sepertinya semakin menjauh.
Tahun 1842 dia mencoba lagi untuk kedua kalinya sebagai anggota senat AS tapi sepertinya keberuntungan belum mengenalnya dan menyukainya, sehingga kali ini dia juga gagal, kembali gagal untuk kesekian kali.
Tahun 1848 dan 1855 dia mencoba lagi untuk menjadi anggota senat, sepertinya pak Abraham ini orang yang sangat pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, semangat pak! Tapi kali ini dia juga gagal.
Tidak lagi bernafsu menjadi anggota senat setelah gagal berulang-ulang, pada tahun 1856 dia mulai mengalihkan keinginannya untuk menjadi wakil presiden, jabatan yang lebih tinggi dari anggota kongres. Tapi seperti sebelu-sebelumnya kali ini dia gagal, kasihan sekali.
Setelah gagal menjadi wakil presiden AS, dia mulai mencoba peruntungannya di senat kembali, tapi memang karena belum mujur dia juga mengalami kegagalan di senat. Kejadian itu terjadi pada tahun 1858.
Dan pada tahun 1860 mimpinya terwujud. Bukan hanya sebagai anggota senat ataupun wakil presiden dia memenangkan pemilu AS yang akhirnya menjadikan dia sebagai presiden Amerika Serikat.
Jadi inti dari cerita pak Abraham Lincoln diatas, jangan pernah menyerah untuk menggapai impianmu, mau berapa ribu kali gagal, kamu harus mencoba lagi, lagi dan lagi, sampai impianmu terwujud. Karena dunia bukan tempat untuk orang yang gampang menyerah dengan kegagalan yang menimpanya.
Nah, mulai sekarang, mari kita mencontoh sikap presiden Abraham Lincoln yang selalu bangkit dalam kegagalannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar