Sekarang emang lagi demam korea, entah itu dramanya, reality shownya ataupun lagunya yang emang keren banget. Aku juga sih lagi terkena demam korea dan mulai menggilai grup kpop btob alias born to beat dan lagi demen sama drama SKL aka shopping king louie yg dibintangi sama seo in guk dan nam ji hyun #curhat mode on
Back to the topic, lagu korea itu emang gak ada matinya, setiap dengerin lagu yg emang " easy listening" kita bakal terngiang-ngiang terus sepanjang hari, walaupun gak mudeng artinya. Pasti kamu juga ngerasain kan?
Nah kali ini aku mau share sedikit tentang lagu-lagu korea yang " easy listening " menurut ku, semoga bisa jadi referensi bagi kamu yg emang lg demen lagu-lagu dari negeri ginseng sama kaya aku. So, check this out guys!!!!
1. Punch feat loco - say yes
Lagu yang merupakan original soudtrack dari drama korea moon lovers scarlet heart ryeo ini bagus bgt menurutku. Aku tertarik untuk menonton drama moon lovers yg sedih bgt itu, juga karena mendengar lagu ini dulu. Dengan nada yang ringan dan sweet kalian akan merasakan gimana sih rasanya jatuh cinta sama seseorang. Aku paling suka waktu part " say yes-say yes" pokoknya recomend bgt dah!
2. Speed- baby u
Speed merupakan boyband rookie asal korea yang kurang terdengar namanya, tapi aku suka bgt lagu mereka yang judulnya baby u ini. Karena temponya yg nyantai bgt, dan suara vokalisnya yg keren... lagu ini kesannya romantis bgt, coba dengerin deh! Pasti suka!
3. BtoB - movie
Lagu terbaru dari boygroup btob ini bikin kecanduan banget. Ngomong-omong btob emang terkenal bagus suaranya, jadi dijamin kamu bakal suka sejak pertama kali dengar. Tapi kalo aku plg favorit di lagu ini waktu part rapnya, keren deh pokoknya!
4. Bts - blood, sweat and tears
Bts menjadi salah boyband beken di korea. Salah satu lagu mereka yg keren adalah lagu ini. Lagunya easy listening bgt, apalagi kalau udah liat mv-nya berasa pengin joget aja, karena emang lagunya enak bgt buat bergoyang!!!
5. BtoB- someday
Lagu btob ini emang galau dan bikin baper abis, lagu ballad korea yg cocok bgt didengarkan waktu hujan turun, recomend buat yg suka lagu sedih-sedih yang bikin hatimu berantakan merasakan pedihnya #eaaaa
6. Fingertips love - btob( seo eunkwang, lee changsub) , ajax, B1A4, Oh my girl, april
Lagu yang sebenarnya merupakan kampanye anti hate speech di sosial media ini bagus banget lho, lagunya inspiratif bgt, agar kita gak gampang memberikan komentar-komentar yang menyakitkan ataupun bully-an di media sosial karena dampaknya buruk bgt dan kadang sampai membuat orang lain depresi... lagu ini recomend banget, nget, nget!
Nah, itulah beberapa lagu yang menurutku easy listening, dan bikin terngiang-ngiang terus di kepala. Nah, coba kamu download dan dengerin juga. And happy listening!
Sabtu, 25 Maret 2017
Rabu, 15 Maret 2017
Cerpen
Kisah di jalan buntu
Aku berada di ujung jalan, tubuhku besar menjulang dan aku tak terawat. Aku sering melihat kejadian-kejadian di sekitarku. Entah itu senang ataupun sedih, aku hanya dapat melihatnya berlalu tanpa bisa berkata apa-apa ataupun melakukan sesuatu. Aku tahu, aku hanyalah benda mati yang selalu setia menunggu datangnya matahari sampai tenggelam matahari setiap hari. Karena aku adalah sebuah tembok besar yang menghalangi orang lewat setiap harinya. Kadang mereka kecewa ketika menemukanku ataupun menertawakan kebodohan mereka sendiri. Tapi menurutku bukan hanya mereka yang sial karena tersesat, temanku juga sial sama seperti orang-orang tersebut. Dia memiliki tampilan wajah tak rata, penuh jerawat. Konon katanya, dia dibangun oleh orang yang serakah dan licik, juga haus dollar sampai akhirnya temanku itu harus merana sampai sekarang, tapi aku juga tak mengetahui kebenarannya, itu hanya mitos ataupun kenyataan.
Kembali lagi ke kisah orang-orang yang tidak beruntung melewatiku, banyak sekali tak terhitung, tapi ada empat kisah yang sangat kuingat sampai hapal di luar kepala. Karena kupikir telah mewakili semua kisah berpuluh-puluh orang atau bahkan berates-ratus orang itu. Kisah mereka unik, karena mereka menangis dan tertawa di sini, tepat di depanku dan tentu saja mereka tak tahu jikalau aku melihatnya.
Kisah pertama, seorang gadis SMA yang sepertinya jatuh cinta setengah mati dengan anak kuliahan berpakaian rapi dan memakai tas ransel besar warna biru tua. Gadis SMA itu cantik sekali, dengan dandanan yang ceria khas anak muda jaman sekarang. Aku sekilas melihat ke air mukanya. Gadis itu sepertinya sedang gundah dan entah apa yang dipikirkannya sekarang. “ gugurkan saja bayi itu Diana, kita berdua masih punya masa depan cerah, “ si cowok membujuk kekasihnya untuk menuruti keinginannya. Gadis itu hanya bisa terdiam tanpa suara, pikirannya bercabang kemana-mana persis seperti cabang pohon yang beranting kecil. Dia mulai membayangkan perasaannya sendiri, ketakutannya, dia takut dosa juga takut mati. Dia jadi pembunuh kejam yang lebih rendah daripada hewan betina dan hal tersebut membuatnya bergidik penuh kengerian. Tapi dia mulai membayangkan wajah kedua orangtuanya yang lelah setelah seharian bekerja dan mulai membayangkan jikalau orang tua tersayangnya tahu, seperti petir di siang bolong, ayahnya adalah seorang pecatan tentara yang berjiwa keras, tentu dia akan dipukuli dan diusir untuk selamanya. Si gadis SMA gamang, pikirnya berkecamuk, dia tak ingin kehilangan semuanya, kekasih, orangtua, dan masa depan. Dia tak memperdulikan dosa atau apalah itu disebut, dia menatap lurus kea rah kekasihnya, diapun mengangguk perlahan.
Kisah kedua, cowok ABG yang tersesat mengendarai sepeda motor matiknya. Bukan, sebenarnya dia tidak tersesat seperti yang lainnya, tapi dia sengaja berhenti. Dengan perlahan dia menghentikan laju sepeda motornya, melambat, kemudian berhenti total. Dia turun, kemudian duduk jongkok di sebelahku di atas temanku, aspal berlubang. Dia membuka tasnya, wajahnya masygul, dia kemudian mengambil sebuah kertas. “ ha,ha,ha, 30, “ katanya, setengah menertawakan dirinya sendiri. Aku masih melihat ABG itu duduk jongkok disana, 30 menit, 1 jam, sampai 1,5 jam kemudian dia masih duduk disana sendiri menatap hampa kertas yang sedari tadi berdiam di telapak tangannya. Ekor mataku sedikit melirik kea rah kertas itu, ternyata itu adalah kertas ujian yang telah lecek karena diremas-remas oleh empunya. Dulunya, anak itu begitu pandai ketika masuk pendidikan dasar hingga menengah pertama. Sampai akhirnya, anak itu masuk sekolah favorit pilihan ayahnya yang terkenal ambisius. Ya, orangtua adalah raja, sedangkan dia adalah pengawal setianya yang selalu menganggukkan kepala berkata “ iya “ tanpa bisa mengatakan “ tidak. “ dia mulai kalah dalam kompetisi antar siswa pandai dan teladan. Puncaknya ketika naik ke kelas dua, ketika itu dia memiliki pilihan untuk memilih antara alam ataupun social dan dia memilih alam, walaupun itu bukanlah bakatnya, itu hanya membuat sang raja senang. Dia tidak peduli lagiwalaupun tidak mampu dan rasanya ingin berhenti saja, tapi dia tak mau dicap sebagai anak yang tak tahu diri. Ketika nilai-nilai itu dibagikan, dia mulai bersiap menutup wajahnya dengan topeng kepalsuan semu. “ ini sudah berakhir! “ dia meraih sebuah bolpen berwarna biru, merubah angka kecil itu menjadi angka keberuntungan, dia tak ingin seorangpun tahu, kecuali aku.
Kisah ketiga, seorang wanita yang kelihatan lelah dan penat setelah seharian bekerja, pergi berjalan kearahku. “ oh, jadi aku tersesat sekarang, “ dia mulai kebingungan. Aku tahu itu, di sekitarku tidak ada rumah yang membuka pintu, disini adalah kawasan komplek yang super-duper sibuk, biasanya orang-orang itu pulang larut malam, mereka persis seperti robot-robot yang bernyawa, yang mereka pikirkan hanya uang, uang dan uang, tak ada yang lain. “ kriiiiing! “ bunyi dering handphone keras memecahkan gendang telinga, biar aku tebak itu pastilah telepon dari kekasihnya, mungkin juga dari seorang teman, ternyata tebakanku salah semua. “ halo, bla, bla, bla, benarkah ? “ wanita yang sejak tadi kelihatan penat mulai menunjukan senyumannya, gigi gingsulnya Nampak jelas. Ternyata oh ternyata, wanita itu memenangkan lotere. Banyak orang yang bilang dia itu adalah gadis “ gila “, gadis pemimpi, gadis aneh. Dia selalu mengikuti program hadiah apapun, baik di produk, di televisi ataupun radio. Dia sudah ribuan kali mengirimkan surat-surat lewat kantor pos dan dia tidak pernah menyerah. Wanita itu menghabiskan semua gaji dan tabungannya untuk melakukan hal itu. Dan sekrang mimpinya menjadi kenyataan, dia sebentar lagi menjadi milyarder dadakan, ya mimpinya sekarang telah menjadi nyata.
Kisah keempat, ada seorang anak kecil dikepang dua terlihat kebingungan dan matanya berkeliling kesana-kemari. Sebelumnya dia diturunkan di tempatku oleh seorang pria paruh baya, mungkin ayahnya, mungkin juga, ah sudahlah. “ ibu, aku takut, “ gadis kecil itu menangis ditemani oleh hembusan angin yang menerpa wajahnya, menyentuh sedikit poni depannya. Dia mengingat saat-saat bersama dengan ibunya, beberapa hari yang lalu, sebelum dia dibawa oleh seorang om yang mengaku sebagai teman ibunya. Dia pun diiming-imingi dengan cokelat dan boneka beruang berukuran besar berwarna merah muda. Gadis kecil itu terisak, masih menangis sesengukkan, pipinya sampai merah karena sudah berjam-jam dia menumpahkan kesedihannya. Hal yang tidak terduga terjadi, pria yang tadi meninggalkannya sendiri, telah kembali. “ ayo! “ ajaknya sambil menggandeng tangan si gadis kecil, gadis kecil itu tidak mau dibawa lagi oleh si pria, pasti pria itu mempunyai rencana jahat kepadanya. Tapi tangan pria itu lebih kuat dari penolakan si anak, akhirnya dengan terpaksa anak itu naik ke sepeda motor. Di dalam pikirannya, pria itu berpikir bahwa dia harus mengenyahkan gadis kecil yang berada di boncengannya sekarang, akan tetapi hati kecillnya menolak. Memang dia membenci wanita itu, ibu si anak dikepang dua. Karena dia telah meninggalkannya pergi dan memilih pria yang lebih kaya dan berpengaruh. Dan dia juga telah melupakan janjinya dulu, dia akan mencintai dengan sepenuh hati, tak akan meninggalkannya untuk alasan apapun. Tapi ternyata semua itu hanya kebohongan semata, setelah dia bangkrut, wanita itu memilih pergi ketimbang bertahan. Impian untuk memiliki resepsi mewah ala negeri dongeng itupun musnah sudah. Hatinya masih terasa sakit sampai sekarang dan dia ingin membalas dendam dengan membunuh anak itu, anak hasil dari buah cinta mantan kekasihnya dan seorang pria kaya. Dia ingin meninggalkan gadis kecil itu di jalan buntu yang sepi dan membiarkannya membusuk, kelaparan. Tapi kemudian malaikat kebaikan membisikkan sesuatu ke telinganya dan merubah pikiran jahatnya.
Sebenarnya keempat kisah itu tak berhubungan sama sekali. Tapi sebagai makhluk tak bernyawa, aku suka mengamati, aku adalah seorang penonton. Ya, aku dan temanku setia dan tak akan pernah berpindah. Akan selalu disini sebagai pencerita handal, karena mengamati manusia , kisah mereka yang tersesat di jalan ini akan selalu menyenangkan, lebih menyenangkan daripada menunggu datangnya siang dan malam. Aku benda mati, aku tidak akan pernah tahu tentang cinta dan janji-janji, patah hati, dendam, harapan dan ambisi. Biarlah mereka menemukan jalan akhirnya sendirilalu tak kembali lagi kesini, di jalan buntu ini.
Aku berada di ujung jalan, tubuhku besar menjulang dan aku tak terawat. Aku sering melihat kejadian-kejadian di sekitarku. Entah itu senang ataupun sedih, aku hanya dapat melihatnya berlalu tanpa bisa berkata apa-apa ataupun melakukan sesuatu. Aku tahu, aku hanyalah benda mati yang selalu setia menunggu datangnya matahari sampai tenggelam matahari setiap hari. Karena aku adalah sebuah tembok besar yang menghalangi orang lewat setiap harinya. Kadang mereka kecewa ketika menemukanku ataupun menertawakan kebodohan mereka sendiri. Tapi menurutku bukan hanya mereka yang sial karena tersesat, temanku juga sial sama seperti orang-orang tersebut. Dia memiliki tampilan wajah tak rata, penuh jerawat. Konon katanya, dia dibangun oleh orang yang serakah dan licik, juga haus dollar sampai akhirnya temanku itu harus merana sampai sekarang, tapi aku juga tak mengetahui kebenarannya, itu hanya mitos ataupun kenyataan.
Kembali lagi ke kisah orang-orang yang tidak beruntung melewatiku, banyak sekali tak terhitung, tapi ada empat kisah yang sangat kuingat sampai hapal di luar kepala. Karena kupikir telah mewakili semua kisah berpuluh-puluh orang atau bahkan berates-ratus orang itu. Kisah mereka unik, karena mereka menangis dan tertawa di sini, tepat di depanku dan tentu saja mereka tak tahu jikalau aku melihatnya.
Kisah pertama, seorang gadis SMA yang sepertinya jatuh cinta setengah mati dengan anak kuliahan berpakaian rapi dan memakai tas ransel besar warna biru tua. Gadis SMA itu cantik sekali, dengan dandanan yang ceria khas anak muda jaman sekarang. Aku sekilas melihat ke air mukanya. Gadis itu sepertinya sedang gundah dan entah apa yang dipikirkannya sekarang. “ gugurkan saja bayi itu Diana, kita berdua masih punya masa depan cerah, “ si cowok membujuk kekasihnya untuk menuruti keinginannya. Gadis itu hanya bisa terdiam tanpa suara, pikirannya bercabang kemana-mana persis seperti cabang pohon yang beranting kecil. Dia mulai membayangkan perasaannya sendiri, ketakutannya, dia takut dosa juga takut mati. Dia jadi pembunuh kejam yang lebih rendah daripada hewan betina dan hal tersebut membuatnya bergidik penuh kengerian. Tapi dia mulai membayangkan wajah kedua orangtuanya yang lelah setelah seharian bekerja dan mulai membayangkan jikalau orang tua tersayangnya tahu, seperti petir di siang bolong, ayahnya adalah seorang pecatan tentara yang berjiwa keras, tentu dia akan dipukuli dan diusir untuk selamanya. Si gadis SMA gamang, pikirnya berkecamuk, dia tak ingin kehilangan semuanya, kekasih, orangtua, dan masa depan. Dia tak memperdulikan dosa atau apalah itu disebut, dia menatap lurus kea rah kekasihnya, diapun mengangguk perlahan.
Kisah kedua, cowok ABG yang tersesat mengendarai sepeda motor matiknya. Bukan, sebenarnya dia tidak tersesat seperti yang lainnya, tapi dia sengaja berhenti. Dengan perlahan dia menghentikan laju sepeda motornya, melambat, kemudian berhenti total. Dia turun, kemudian duduk jongkok di sebelahku di atas temanku, aspal berlubang. Dia membuka tasnya, wajahnya masygul, dia kemudian mengambil sebuah kertas. “ ha,ha,ha, 30, “ katanya, setengah menertawakan dirinya sendiri. Aku masih melihat ABG itu duduk jongkok disana, 30 menit, 1 jam, sampai 1,5 jam kemudian dia masih duduk disana sendiri menatap hampa kertas yang sedari tadi berdiam di telapak tangannya. Ekor mataku sedikit melirik kea rah kertas itu, ternyata itu adalah kertas ujian yang telah lecek karena diremas-remas oleh empunya. Dulunya, anak itu begitu pandai ketika masuk pendidikan dasar hingga menengah pertama. Sampai akhirnya, anak itu masuk sekolah favorit pilihan ayahnya yang terkenal ambisius. Ya, orangtua adalah raja, sedangkan dia adalah pengawal setianya yang selalu menganggukkan kepala berkata “ iya “ tanpa bisa mengatakan “ tidak. “ dia mulai kalah dalam kompetisi antar siswa pandai dan teladan. Puncaknya ketika naik ke kelas dua, ketika itu dia memiliki pilihan untuk memilih antara alam ataupun social dan dia memilih alam, walaupun itu bukanlah bakatnya, itu hanya membuat sang raja senang. Dia tidak peduli lagiwalaupun tidak mampu dan rasanya ingin berhenti saja, tapi dia tak mau dicap sebagai anak yang tak tahu diri. Ketika nilai-nilai itu dibagikan, dia mulai bersiap menutup wajahnya dengan topeng kepalsuan semu. “ ini sudah berakhir! “ dia meraih sebuah bolpen berwarna biru, merubah angka kecil itu menjadi angka keberuntungan, dia tak ingin seorangpun tahu, kecuali aku.
Kisah ketiga, seorang wanita yang kelihatan lelah dan penat setelah seharian bekerja, pergi berjalan kearahku. “ oh, jadi aku tersesat sekarang, “ dia mulai kebingungan. Aku tahu itu, di sekitarku tidak ada rumah yang membuka pintu, disini adalah kawasan komplek yang super-duper sibuk, biasanya orang-orang itu pulang larut malam, mereka persis seperti robot-robot yang bernyawa, yang mereka pikirkan hanya uang, uang dan uang, tak ada yang lain. “ kriiiiing! “ bunyi dering handphone keras memecahkan gendang telinga, biar aku tebak itu pastilah telepon dari kekasihnya, mungkin juga dari seorang teman, ternyata tebakanku salah semua. “ halo, bla, bla, bla, benarkah ? “ wanita yang sejak tadi kelihatan penat mulai menunjukan senyumannya, gigi gingsulnya Nampak jelas. Ternyata oh ternyata, wanita itu memenangkan lotere. Banyak orang yang bilang dia itu adalah gadis “ gila “, gadis pemimpi, gadis aneh. Dia selalu mengikuti program hadiah apapun, baik di produk, di televisi ataupun radio. Dia sudah ribuan kali mengirimkan surat-surat lewat kantor pos dan dia tidak pernah menyerah. Wanita itu menghabiskan semua gaji dan tabungannya untuk melakukan hal itu. Dan sekrang mimpinya menjadi kenyataan, dia sebentar lagi menjadi milyarder dadakan, ya mimpinya sekarang telah menjadi nyata.
Kisah keempat, ada seorang anak kecil dikepang dua terlihat kebingungan dan matanya berkeliling kesana-kemari. Sebelumnya dia diturunkan di tempatku oleh seorang pria paruh baya, mungkin ayahnya, mungkin juga, ah sudahlah. “ ibu, aku takut, “ gadis kecil itu menangis ditemani oleh hembusan angin yang menerpa wajahnya, menyentuh sedikit poni depannya. Dia mengingat saat-saat bersama dengan ibunya, beberapa hari yang lalu, sebelum dia dibawa oleh seorang om yang mengaku sebagai teman ibunya. Dia pun diiming-imingi dengan cokelat dan boneka beruang berukuran besar berwarna merah muda. Gadis kecil itu terisak, masih menangis sesengukkan, pipinya sampai merah karena sudah berjam-jam dia menumpahkan kesedihannya. Hal yang tidak terduga terjadi, pria yang tadi meninggalkannya sendiri, telah kembali. “ ayo! “ ajaknya sambil menggandeng tangan si gadis kecil, gadis kecil itu tidak mau dibawa lagi oleh si pria, pasti pria itu mempunyai rencana jahat kepadanya. Tapi tangan pria itu lebih kuat dari penolakan si anak, akhirnya dengan terpaksa anak itu naik ke sepeda motor. Di dalam pikirannya, pria itu berpikir bahwa dia harus mengenyahkan gadis kecil yang berada di boncengannya sekarang, akan tetapi hati kecillnya menolak. Memang dia membenci wanita itu, ibu si anak dikepang dua. Karena dia telah meninggalkannya pergi dan memilih pria yang lebih kaya dan berpengaruh. Dan dia juga telah melupakan janjinya dulu, dia akan mencintai dengan sepenuh hati, tak akan meninggalkannya untuk alasan apapun. Tapi ternyata semua itu hanya kebohongan semata, setelah dia bangkrut, wanita itu memilih pergi ketimbang bertahan. Impian untuk memiliki resepsi mewah ala negeri dongeng itupun musnah sudah. Hatinya masih terasa sakit sampai sekarang dan dia ingin membalas dendam dengan membunuh anak itu, anak hasil dari buah cinta mantan kekasihnya dan seorang pria kaya. Dia ingin meninggalkan gadis kecil itu di jalan buntu yang sepi dan membiarkannya membusuk, kelaparan. Tapi kemudian malaikat kebaikan membisikkan sesuatu ke telinganya dan merubah pikiran jahatnya.
Sebenarnya keempat kisah itu tak berhubungan sama sekali. Tapi sebagai makhluk tak bernyawa, aku suka mengamati, aku adalah seorang penonton. Ya, aku dan temanku setia dan tak akan pernah berpindah. Akan selalu disini sebagai pencerita handal, karena mengamati manusia , kisah mereka yang tersesat di jalan ini akan selalu menyenangkan, lebih menyenangkan daripada menunggu datangnya siang dan malam. Aku benda mati, aku tidak akan pernah tahu tentang cinta dan janji-janji, patah hati, dendam, harapan dan ambisi. Biarlah mereka menemukan jalan akhirnya sendirilalu tak kembali lagi kesini, di jalan buntu ini.
Cerpen
Obsesi berakhir mati
Wanita itu selalu membenci anak itu, dia tak pernah melihatnya walau sekejap. Anak itu adalah awal kehancuran rumah tangganya yang dahulu harmonis. Suaminya meninggalkannya begitu saja tanpa kata perpisahan, seperti sampah dia membuangnya, hatinya berserakan kala itu. Pria itu lebih memilih untuk hidup bersama dengan wanita lain. Pria baik, nyaris sempurna yang dulu selalu memujanya dan menganggapnya bagai seorang ratu itu pergi karena rasa kecewa yang begitu dalam. Ya, kelahiran bayi berwajah “ indrajit “ itulah penyebabnya.
“ tak kusangka kamu berselingkuh dengan pria lain, kurang apa diriku selama ini, aku selalu mencintaimu, aku memujamu bagai seorang ratu, tak kuijinkan kau melakukan pekerjaan rumah tangga, apa ini balasanmu yuna. “ Sejak saat itu mereka berdua memulai perang dingin selama berminggu-minggu. Batin wanita itu sangat tersiksa bagai di neraka melihat bayi yang sekarang ada di hadapannya. Bayi itu hanya menangis, menangis, menangis saja, membuat telinganya budeg.
Tapi wanita itu masih memelihara si bocah, walaupun dalam kebencian. Dia membenci wajah gadis kecil itu, wajah yang selalu mengingatkannya pada masa lalu, kesedihan dan kesuraman. Wajah yang jelek dan mengerikan, bahkan monster atau alien masih kalah buruk daripada wajah si bocah, yang tak pernah disebutnya dengan nama. Dia selalu memanggil anak itu dengan nama jelek, buruk, monyet, dan kata cacian yang lainnya. Dia biarkan anak itu hidup sesukanya, menikamati semua harta dan kemewahan, tapi tidak dengan cintanya. Untuk menghindari anak itu, dia selalu bekerja sampai larut malam, dia rela lembur tanpa bayaran lebih. Tujuannya hanya satu agar tak melihat wajah buruk itu.
Tapi hari ini berbeda, anak itu menunggunya dengan mata mengantuk, merah menyala seperti api, “ ibu sudah pulang ? “ dia bertanya dengan senyum yang merekah seperti kelopak bunga mawar di pagi hari. Dia tak menggubris pertanyaan itu, wanita itu tak pernah berbicara padanya sejak dalam kandungan mungkin sampai diantar ke liang lahat, kemudian dimakan cacing-cacing yang sedang kelaparan.
Beberapa tahu kemudian, anaknya tumbuh besar menjadi gadis remaja yang tangguh. Wajahnya tak pernah murung walaupun banyak teman sekolah yang mengolok-olok tampilannya yang mereka bilang seperti alien. Hal itu bertambah parah ketika mereka tahu wajah dari sang ibu yang berbeda jauh dengan si gadis yang bagaikan bumi dan langit. “ anak selingkuhan ya, “ kata-kata kejam itu dilontarkan oleh teman-temannya, intonasinya sama dengan perkataan ayahnya waktu dia masih merah dan tali pusarnya belumlepas.
Si wanita, ibu sang gadis beranjak tua, tapi wajhnya menolak tua, bahkan sering dibilang masih cocok mengenakan seragam putih abu-abu. Dengan bertambah usia, pemikirannya pun berubah. Kebencian yang ia tanam semakin memudar. Anak itu mirip dirinya dulu dan ia ingin merubahnya menjadi dirinya seutuhnya. Gadis itu harus berevolusi dari si itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik mempesona setiap mata yang memandang.
“ ibu, lala tidak mau, lala takut, lala takut dosa, “ si gadis menangis ketika ibunya ingin mengirimkannya ke rumah perubahan. Tapi si wanita tidak kalah ngotot, berbiacara panjang lebar tentang kewajiban seorang anak untuk berbakti, bla, bla, bla. Si gadis akhirnya menuruti keinginan ibunya, mereka beranjak pergi menuju tempat yang jauh dan melewati banyak pohon yang nampak menari.
Gadis itu masuk ke kamar, suaranya terdengar sampai keluar ruangan, suara kesakitan dan memilukan. Akhirnya suara itu berhenti, tak ada lagi rintihan meminta pertolongan. Seorang pria berjas putih keluar kamar dengan wajah sendu. “ maaf yuna, operasinya gagal, “ si wanita tidak berekspresi, datar sekali, dia tak sedih juga tak gundah.
Hujan deras masih mengguyur kota di pagi hari yang mendung mengantarkan jenazah seorang anak yang telah dibenci ibunya seumur hidupnya. Wanita itu menerawang, tak ada raut kesedihan di wajah cantiknya. “ yuna, kenapa kau membohongiku ? “ seorang pria mendekati dan menanyakan sebuah penjelasan, karena dia merasa menyesal selama ini menyia-nyiakan anak mereka satu-satunya.
Berita kematian gadis itu tersebar sangat cepat seperti hembusan angin dengan headline yang sengaja dicetak tebal, “ KARENA OBSESI BERAKHIR MATI.”
Wanita itu selalu membenci anak itu, dia tak pernah melihatnya walau sekejap. Anak itu adalah awal kehancuran rumah tangganya yang dahulu harmonis. Suaminya meninggalkannya begitu saja tanpa kata perpisahan, seperti sampah dia membuangnya, hatinya berserakan kala itu. Pria itu lebih memilih untuk hidup bersama dengan wanita lain. Pria baik, nyaris sempurna yang dulu selalu memujanya dan menganggapnya bagai seorang ratu itu pergi karena rasa kecewa yang begitu dalam. Ya, kelahiran bayi berwajah “ indrajit “ itulah penyebabnya.
“ tak kusangka kamu berselingkuh dengan pria lain, kurang apa diriku selama ini, aku selalu mencintaimu, aku memujamu bagai seorang ratu, tak kuijinkan kau melakukan pekerjaan rumah tangga, apa ini balasanmu yuna. “ Sejak saat itu mereka berdua memulai perang dingin selama berminggu-minggu. Batin wanita itu sangat tersiksa bagai di neraka melihat bayi yang sekarang ada di hadapannya. Bayi itu hanya menangis, menangis, menangis saja, membuat telinganya budeg.
Tapi wanita itu masih memelihara si bocah, walaupun dalam kebencian. Dia membenci wajah gadis kecil itu, wajah yang selalu mengingatkannya pada masa lalu, kesedihan dan kesuraman. Wajah yang jelek dan mengerikan, bahkan monster atau alien masih kalah buruk daripada wajah si bocah, yang tak pernah disebutnya dengan nama. Dia selalu memanggil anak itu dengan nama jelek, buruk, monyet, dan kata cacian yang lainnya. Dia biarkan anak itu hidup sesukanya, menikamati semua harta dan kemewahan, tapi tidak dengan cintanya. Untuk menghindari anak itu, dia selalu bekerja sampai larut malam, dia rela lembur tanpa bayaran lebih. Tujuannya hanya satu agar tak melihat wajah buruk itu.
Tapi hari ini berbeda, anak itu menunggunya dengan mata mengantuk, merah menyala seperti api, “ ibu sudah pulang ? “ dia bertanya dengan senyum yang merekah seperti kelopak bunga mawar di pagi hari. Dia tak menggubris pertanyaan itu, wanita itu tak pernah berbicara padanya sejak dalam kandungan mungkin sampai diantar ke liang lahat, kemudian dimakan cacing-cacing yang sedang kelaparan.
Beberapa tahu kemudian, anaknya tumbuh besar menjadi gadis remaja yang tangguh. Wajahnya tak pernah murung walaupun banyak teman sekolah yang mengolok-olok tampilannya yang mereka bilang seperti alien. Hal itu bertambah parah ketika mereka tahu wajah dari sang ibu yang berbeda jauh dengan si gadis yang bagaikan bumi dan langit. “ anak selingkuhan ya, “ kata-kata kejam itu dilontarkan oleh teman-temannya, intonasinya sama dengan perkataan ayahnya waktu dia masih merah dan tali pusarnya belumlepas.
Si wanita, ibu sang gadis beranjak tua, tapi wajhnya menolak tua, bahkan sering dibilang masih cocok mengenakan seragam putih abu-abu. Dengan bertambah usia, pemikirannya pun berubah. Kebencian yang ia tanam semakin memudar. Anak itu mirip dirinya dulu dan ia ingin merubahnya menjadi dirinya seutuhnya. Gadis itu harus berevolusi dari si itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik mempesona setiap mata yang memandang.
“ ibu, lala tidak mau, lala takut, lala takut dosa, “ si gadis menangis ketika ibunya ingin mengirimkannya ke rumah perubahan. Tapi si wanita tidak kalah ngotot, berbiacara panjang lebar tentang kewajiban seorang anak untuk berbakti, bla, bla, bla. Si gadis akhirnya menuruti keinginan ibunya, mereka beranjak pergi menuju tempat yang jauh dan melewati banyak pohon yang nampak menari.
Gadis itu masuk ke kamar, suaranya terdengar sampai keluar ruangan, suara kesakitan dan memilukan. Akhirnya suara itu berhenti, tak ada lagi rintihan meminta pertolongan. Seorang pria berjas putih keluar kamar dengan wajah sendu. “ maaf yuna, operasinya gagal, “ si wanita tidak berekspresi, datar sekali, dia tak sedih juga tak gundah.
Hujan deras masih mengguyur kota di pagi hari yang mendung mengantarkan jenazah seorang anak yang telah dibenci ibunya seumur hidupnya. Wanita itu menerawang, tak ada raut kesedihan di wajah cantiknya. “ yuna, kenapa kau membohongiku ? “ seorang pria mendekati dan menanyakan sebuah penjelasan, karena dia merasa menyesal selama ini menyia-nyiakan anak mereka satu-satunya.
Berita kematian gadis itu tersebar sangat cepat seperti hembusan angin dengan headline yang sengaja dicetak tebal, “ KARENA OBSESI BERAKHIR MATI.”
Selasa, 14 Maret 2017
Cerita motivasi
Belajar kegigihan dari presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln
Siapa yang tidak tahu Abraham Lincoln ? presiden amerika itu terkenal karena kegigihannya berusaha sampai mendapatkan tampuk kepemimpinan di Amerika. Dia mendapatkan kursi itu dengan perjuangan yang gigih dan tidak mudah seperti membalikkan kedua tangan, lalu voila… dia menjadi presiden. Dia selalu gagal, gagal, gagal, gagal, kemudian bangkit lagi. Tidak ada rumus kata menyerah dalam hidupnya. Ya hidupnya adalah sebuah perjuangan tiada henti.
Berawal dari memulai usaha dari nol, tahun 1831 dia mengumpulkan uang dari dollar yang sedikit kemudian tumbuh agar banyak, tapi rupanya dia kurang beruntung dalam usahanya, dia akhirnya mengalami kebangkrutan yang fatal sehingga uangnya hilang tak bersisa.
Setelah mengalami kebangkrutan yang parah dia mencoba lagi peruntungannya di bidang politik, dia mengikuti pemilu di tingkat local sebagai kepala daerah tahun 1832 tapi sayangnya dia kalah.
Dia kembali membangun usahanya dari nol pada tahun 1833 dan tahu apa yang terjadi dengannya ? dia bangkrut lagi kali ini, dan uangnya pun lenyap kembali seperti sedia kala, dia tidak kembali modal.
Tahun 1835 mungkin tahun paling menyedihkan dalam hidupnya, istrinya yang sangat dicintai meninggal dunia karena sakit yang parah. Dia merasa sedih karena orang yang telah mendukungnya selama ini telah pergi untuk selama-lamanya.
Setelah kepergian istrinya yang mendadak dia menjadi sedikit terganggu mentalnya, dia merasa sendiri di dunia ini, dia hampir masuk rumah sakit jiwa, tapi untunglah keluarganya tidak jadi membawanya kesana.
Di tahun 1837 dia mencoba peruntungannya kembali di kontes pidato, dia sudah mempersiapkan segalanya, kata-kata yang tepat dan persiapan yang matang. Tapi sayang seribu sayang, dewi fortuna sepertinya belum berpihak pada dirinya, karena dia juga kalah dalam kontes pidato kali ini.
Ternyata, dia belum mau menyerah semudah itu, pada tahun 1840 dia mengikuti pemilihan anggota senat AS, dia berharap sekali akan masuk menjadi anggota senat AS karena itu adalah impiannya sedari kecil. Tapi kali ini dia gagal lagi, dia tidak masuk menjadi anggota senat AS, impiannya sepertinya semakin menjauh.
Tahun 1842 dia mencoba lagi untuk kedua kalinya sebagai anggota senat AS tapi sepertinya keberuntungan belum mengenalnya dan menyukainya, sehingga kali ini dia juga gagal, kembali gagal untuk kesekian kali.
Tahun 1848 dan 1855 dia mencoba lagi untuk menjadi anggota senat, sepertinya pak Abraham ini orang yang sangat pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, semangat pak! Tapi kali ini dia juga gagal.
Tidak lagi bernafsu menjadi anggota senat setelah gagal berulang-ulang, pada tahun 1856 dia mulai mengalihkan keinginannya untuk menjadi wakil presiden, jabatan yang lebih tinggi dari anggota kongres. Tapi seperti sebelu-sebelumnya kali ini dia gagal, kasihan sekali.
Setelah gagal menjadi wakil presiden AS, dia mulai mencoba peruntungannya di senat kembali, tapi memang karena belum mujur dia juga mengalami kegagalan di senat. Kejadian itu terjadi pada tahun 1858.
Dan pada tahun 1860 mimpinya terwujud. Bukan hanya sebagai anggota senat ataupun wakil presiden dia memenangkan pemilu AS yang akhirnya menjadikan dia sebagai presiden Amerika Serikat.
Jadi inti dari cerita pak Abraham Lincoln diatas, jangan pernah menyerah untuk menggapai impianmu, mau berapa ribu kali gagal, kamu harus mencoba lagi, lagi dan lagi, sampai impianmu terwujud. Karena dunia bukan tempat untuk orang yang gampang menyerah dengan kegagalan yang menimpanya.
Nah, mulai sekarang, mari kita mencontoh sikap presiden Abraham Lincoln yang selalu bangkit dalam kegagalannya.
Langganan:
Komentar (Atom)